Posted by: wienadya on: Mei 19, 2009


1. Pengertian
Pre-eklampsia adalah penyakit yang timbul akibat kehamilan dan berakhir setelah terminasi kehamilan. Patofisiologi penyakit ini semakin lama semakin jelas, namun penyebab pastinya sampai saat ini masih belum betul-betul diketahui.
Adapun fenomena yang berkaitan dengan kelainan pre-eklampsia ini adalah: hanya terjadi pada wanita hamil, kelainan sering terjadi pada primigravida, terkait dengan geografis/demografis/ etnis, mother-inherited, tidak sesuai mendelian sederhana, kelainan dapat terjadi berulang pada 17% kasus dan dapat terjadi dengan derajat klinis berbeda-beda, serta kelainan bersifat sistemik. Sampai saat ini preeklampsia masih merupakan penyulit utama dalam kehamilan, serta menjadi penyebab utama pula kematian dan kesakitan maternal maupun perinatal di Indonesia.
2. Klasifikasi
3. Penatalaksanaan
Tujuan utama penanganan ialah :
Pada dasarnya penanganan pre-eclamsia terdiri atas penanganan medik dan penanganan obsetris. Penanganan obsentris ditujukan untuk melahirkan bayi pada saat yang optimal, yaitu sebelum janin mati dalam kandungan, akan tetapi sudah cukup matur untuk hidup diluar uterus. Sedangkan tindakan medis merupakan usaha/upaya untuk menunggu selama mungkin, agar janin lebih matur karena waktu optimal tersebut tidak selalu dapat dicapai pada penanganan pre-eclamsia, terutama bila janin masih sangat prematur.
Pengobatan pre-eclamsi yang tepat ialah terminasi kehamilan karena tindakan tersebut menghilangkan sebabnya dan mencegah terjadinya eclamsia serta kematian intrauterin. Pada kehamilan aterm atau dekat aterm tanpa komplikasi pada ibu dan janin, Diberikan nifedipin dan magnesium sulfat, setelah itu dilakukan induksi persalinan.
Pada kasus komplikasi pada ibu dan janin (tidak tergantung pada usia gestasi), Penanganan mediknya sama dengan dengan penanganan di atas, akan tetapi penanganan obstetriknya lebih agresif. Makin berat komplikasi yang sudah terjadi, makin cepat terminasi kehamilan yang harus dilakukan, yang biasanya harus dilakukan sectio caesaria. Pada pasien tanpa komplikasi pada kehamilan kurang dari 34 minggu, tidak dilakukan terminasi kehamilan segera. Pada pasien awal trimester 2, Golongan ini merupakan golongan paling sulit dari sudut janin karena mortalitas dan morbiditasnya tinggi. Penanganan konservatif harus selektif dan pasien dirawat di rumah sakit dengan fasilitas intensive care yang memadai.
Pada umumnya indikasi untuk merawat penderita pre-eklampsia di rumah sakit ialah:
tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih;4. Penanganan pre-eclamsia ringan,
Penanganan pre-eclamsia berat,
Pada penderita yang masuk rumah sakit sudah dengan tanda-tanda dan gejala-gejala pre-eclamsi berat segera harus diberi sedativa yang kuat untuk mencegah terjadinya kejang-kejang. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mencegah kejang-kejang, yaitu:
Dalam melakukan penatalaksanaan perlu diperhatikan timbulnya gejala komplikasi, terutama edema pulmonary dan oligouri. Keluhan seperti nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan dan nyeri epigastrium harus sering ditanyakan. Pada pasien juga dilakukan pemeriksaan fundus mata.
5. Komplikasi pre-eklamsia berat
Komplikasi yang terberat adalah kematian ibu dan janin. Komplikasi lainnya adalah :
Pencegahan Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat menemukan tanda-tanda dini pre-eclamsia, dan dalam waktu itu harus dilakukan penanganan semestinya. Walaupun pencegahan tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun frekuensi dapat dikurangi dengan pemberian penerangan secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita hamil. Penerangannya mengenai manfaat istirahat dan diit, istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidup, namun pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi, dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Dianjurkan Diit tinggi protein dan rendah lemak, karbohidrat, garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan.
DAFTAR PUSTAKA
DeCherney AH, Nathan L. In: Current Obstetric & Gynecologic Diagnosis & Treatment, 9th Ed. McGraw-Hill, 2003.
Hanifa W. Ilmu Kebidanan Ed. 3. Cetakan 7. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiraharjo; 2005.h281-300
Website : a. http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/11/01/ilmu-bedah-obstetri/ b. http://www.slideshare.net/ajiandi/tata-laksana-preeklamsia-presentation/
Posted by: wienadya on: Mei 19, 2009
Masa setelah melahirkan merupakan masa yang memiliki banyak tantangan bagi kebanyakan ibu-ibu muda. Pemulihan dari melahirkan, belajar menjadi orang tua, dan mengurus diri sendiri membutuhkan banyak tenaga. Menderita anemia setelah melahirkan dapat memperburuk keadaan. Anemia menyebabkan kadar hemoglobin menurun. Hemoglobin merupakan pembawa oksigen ke dalam sel darah merah, karena sel darah merah bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke sel2 alin di dalam tubuh, adana masalah dengan pengantaran oksigen (yang terjadi bila menderita anemia) akan menyebabkan tubuh tidak dapat bekerja dengan semestinya.
Zat besi merupakan komponen kunci dari hemoglobin, apabila tubuh kekurangan zat besi akan menyebabkan system pengantaran oksigen dalam tubuh yang akan menyebabkan gejala-gejala sulit bernafas dan kondisi kelelahan yang merupakan gejala klasik anemia.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa zat besi pada suplemen masa prenatal akan meningkatkan jumlah hemoglobin untuk masa dua bulan setelah melahirkan dan meningkatkan jumlah serum ferritrin (zat besi) sampai dengan masa enam bulan setelah melahirkan. Tingkat ferritrin akan menunjukan berapa banyak zat besi tersimpan dalam darah dimana tingkat hemoglobin akan menunjukkan berapa banyak telah digunakan oleh sel darah merah. Keuntungan penyimpanan yang optimal selama masa kehamilan akan mengurangi kemungkinan kekurangan zat. Akan tetapi banyak ketidakpastian tentang apa yg dimaksudkan dengan ‘optimal stores’.
Kontroversi mengenai konsumsi sumplemen zat besi dalam jumlah besar pada banyak wanita hamil. Selama masa kehamilan volume darah meningkat. Dikarenakan jumlah plasma meningkat (komponen air dalam darah) dibandingkan jumlah sel darah merah akan menyebabkan pengenceran pada hemoglobin. Dari sampel darah yang di ambil, adanya penurunan jumlah secara alami pada hemoglobin dan hematocrit selama kehamilan. Banyak perawat yang mengartikan hal ini bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak hemoglobin, saran lainnya adalah untuk membiarkan hal tersebut seperti apa adanya.
Saat mengobservasi kadar hemoglobin pada wanita hamil, dapatkah kita bandingkan dengan kondisi biasanya? Kadar hemoglobin ‘normal’ digunakan selama masa kehamilan ditentukan dengan menetapkan kemungkinan tertinggi oleh suplemen zat besi, bukan pengaturan pola makan. Hal ini ditemukan bahwa suplemen zat besi tidak dapat meningkatkan kadar hemoglobin melebihi jumlah optimal yg dibutuhkan untuk mengantarkan oksigen,dan hal tersebut merupakan jumlah ideal untuk semua wanita. Sayangnya kuantitas zat besi yang dibutuhkan untuk menentukan jumlah ‘normal’ hemoglobin prenatal yang melebihi jumlah yang seharusnya dikonsumsi dari pengaturan pola makan. Hal ini menyebabkan keprihatinan mengenai jumlah zat besi yang sebenarnya dibutuhkan.
Selama masa kehamilan, penyerapan zat besi khususnya cukup efisien. Ini merupakan keberuntungan yagn dibutuhkan oleh wanita hamil mengenai peningkatan kebutuhan zat besinya, jika bisa dua kali lipat meskipun kebutuhan kalorinya tidak mengalami peningkatan sebanyak itu (rata-rata tambahan 300 kalori). Sering disarankan wanita hamil untuk mengkonsumsi lebih dari 3000 kalori setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan zat besinya. Hal ini menyebabkan suplemen dianggap perlu.
Kebutuhan zat besi dirasakan sangat penting. Kebanyakan suplemen merupakan turunan dari ferrous sulfate tidak dapat ditoleransi oleh wanita dan menyebabkan gas, kembung dan konstipasi. Karena jumlah yang di absorpsi oleh tubuh sangat kecil (hanya sebesar 5%).
Suplemen zat besi biasanya diartikan sebagai zat besi ‘alamiah’ yang biasanya didapatkan dari jus buah dan extrak tumbuhan. Ynag biasanya terdiri dari ferrous gluconate yang digunakan oleh tubuh. Jumlah yang sedikit lebih cocok dan efektif. Juga terdiri dari vitamin B dan C. Hal ini terbukti meningkatkan jumlah hemoglobin untuk meningkatkan kondisi ibu yang mengalami anemia. Hal yang sama juga terlihat dengan menggunakan ferrous sulfate yang tidak terlalu mahal, tetapi memiliki banyak efek samping dan dalam waktu yg relative lama.
Zat besi bukanlah satu2nya pendukung agar kadar hemoglobin tetap sehat. Hal ini terlihat jelas pada wanita yang mengalami anemia dan tidak responsive terhadap suplemen zat besi. Folic acid, B12 and protein memiliki peranan penting dalam pembentukan hemoglobinn. Vitamin A dan C juga memberikan kontribusi dalam penyerapan dan penggunaan dari pengaturan zat besi.
Kehilangan darah merupakan penyebab lain anemia. Kehilangan darah dalam jumlah banyak setelah melahirkan, yang paing membahayakan adalah a postpartum hemorrhage, kondisi ini akan menyebabkan meningkatnya postpartum anemia. Penyimpanan hemoglobin yang cukup dan zat besi merupakan hal yang penting karena hal ini akanmenurunkan kemungkinan anemia dan mempercepat penyembuhan. Vitamin K dikenal sebagai agen pembekuan darah terdapat dalam makanan seperti pada makanan hijau. Beberapa orang tidak menghasilkan cukup vitamin K atau mereka memiliki kebutuhan yang lebih besar. Tablet Alfafa pada bulan terakhir kehamilan akan mengurangi resiko postpartum hemorrhage. Hal ini sangat berguna untuk ibu yang kehilangan cukup banak darah. Akan tetapi hal ini akan menyebabkan hemoroid atau pun varised.
Posted by: wienadya on: Mei 19, 2009


1.1 Definisi
Mual dan muntah merupakan gejala yang wajar ditemukan pada kehamilan triwulan pertama. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari sehingga sering dikenal dengan morning sickness. Sementara setengah dari wanita hamil mengalami 1,5 – 2 % mengalami hiperemesis gravidarum, suatu kondisi yang lebih serius. Hiperemesis gravidarum sendiri adalah mual dan muntah hebat dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin di dalam kandungan. Pada umumnya HG terjadi pada minggu ke 6 – 12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16 – 20 masa kehamilan.
1.3 Patofisiologi
Ada yang menyatakan bahwa, perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen, oleh karena keluhan ini terjadi pada trimester pertama.
Pengaruh psikologik hormon estrogen ini tidak jelas, mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung. Penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil, meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung berbulan-bulan.
Hiperemesis garavidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda, bila terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak seimbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik. Belum jelas mengapa gejala ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita, tetapi faktor psikologik merupakan faktor utama, disamping faktor hormonal. Yang jelas wanita yang sebelum kehamilan sudah menderita lambung spastik dengan gejala tak suka makan dan mual, akan mengalami emesis gravidarum yang berat.
Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik, asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehmgga cairan ekstraselurer dan plasma berkurang. Natrium dan Khlorida darah turun, demikian pula Khlorida air kemih. Selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula dan tertimbunlah zat metabolik yang toksik. Kekurangan Kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal, bertambahnya frekuensi muntah-muntah yang lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan.erajat hiperemesis gravidarum
Muntah terus menerus (muntah > 3-4 kali/hari, dan mencegah dari masuknya makanan atau minuman selama 24 jam) yang menyebabkan ibu menjadi lemah, tidak ada nafsu makan, berat badan turun (2-3 kg dalam 1-2 minggu), nyeri ulu hati, nadi meningkat sampai 100x permenit, tekanan darah sistolik menurun, tekanan kulit menurun dan mata cekung
Penderita tampak lebih lemah dan tidak peduli pada sekitarnya, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit kuning. Berat badan turun dan mata menjadi cekung, tekanan darah turun, pengentalan darah, urin berkurang, dan sulit BAB. Pada napas dapat tercium bau aseton
Keadan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat, dan tekanan darah turun. Pada jabang bayi dapat terjadi ensefalopati Wernicke dengan gejala: nistagmus, penglihatan ganda, dan perubahan mental. Keadaan ini akibat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks. Jika sampai ditemukan kuning berarti sudah ada gangguan hati
1.5 Pemeriksaan Penunjang
1.6 Tatalaksana
Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan pcnerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang flsiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, mengajurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.
Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
1. Obat-obatan
Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan Vitamin B1 dan B6 Keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik sepeiti Disiklomin hidrokhloride atau Khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti Dramamin, Avomin
2. Isolasi
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang baik. Tidak diberikan makan/minuman setama 24 -28 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejaia-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
3. Terapi psikologik
Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang serta menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
4. Cairan parenteral
Berikan cairan- parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan Glukosa 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter per hari. Bila perlu dapat ditambah Kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C. Bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intra vena.
5. Penghentian kehamilan
Pada sebagian kecil kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatri bila keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, tachikardi, ikterus anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi dilain pihak tak boleh menunggu sampai terjadi gejala ireversibel pada organ vital.
6. Diet
a. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III.
Makanan hanya berupa rod kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1 — 2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam semua zat – zat gizi, kecuali vitamin C, karena itu hanya diberikan selama beberapa hari.
b. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur mulai diberikan makanan yang bernilai gizi linggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan . Makanan ini rendah dalam semua zat-zal gizi kecuali vitamin A dan D.
c. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali Kalsium.
7. Prognosis
Dengan penanganan yang baik prognosis Hiperemesis gravidarum sangat memuaskan. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan janin.
2. Konsep Dasar Keperawatan
A. Pengkajian Data Fokus
a. Aktifitas istirahat
Tekanan darah sistol menurun, denyut nadi meningkat (> 100 kali per menit).
b. Integritas ego
Konflik interpersonal keluarga, kesulitan ekonomi, perubahan persepsi tentang kondisinya, kehamilan tak direncanakan.
c. Eliminasi
Pcrubahan pada konsistensi; defekasi, peningkatan frekuensi berkemih Urinalisis : peningkatan konsentrasi urine.
d. Makanan/cairan
Mual dan muntah yang berlebihan (4 – 8 minggu) , nyeri epigastrium, pengurangan berat badan (5 – 10 Kg), membran mukosa mulut iritasi dan merah, Hb dan Ht rendah, nafas berbau aseton, turgor kulit berkurang, mata cekung dan lidah kering.
e. Pernafasan
Frekuensi pernapasan meningkat.
f. Keamanan
Suhu kadang naik, badan lemah, icterus dan dapat jatuh dalam koma
g. Seksualitas
Penghentian menstruasi, bila keadaan ibu membahayakan maka dilakukan abortus terapeutik.
h. Interaksi sosial
Perubahan status kesehatan/stressor kehamilan, perubahan peran, respon anggota keluarga yang dapat bervariasi terhadap hospitalisasi dan sakit, sistem pendukung yang kurang.
i. Pembelajaran dan penyuluhan
- Segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan, apalagi apalahi kalau belangsung sudah lama
- Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berast badan normal
- Turgor kulit, lidah kering
- Adanya aseton dalam urine
1.6 Pencegahan
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan frekuensi mual dan muntah berlebihan.
2. Deflsit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan yang berlebihan.
3. Koping tidak efektif berhubungan dengan perubahan psikologi kehamilan.
4. Activity intolerance berhubungan dengan kelemahan.
C. RENCANA KEPERAWATAN
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan frekuensi mual dan muntah berlebihan.
INTERVENSI RASIONAL
1. Batasi intake oral hingga muntah berhenti.
2. Berikan obat anti emetik yang diprogramkan dengan dosis rendah, misalnya Phenergan 10-20mg/i.v.
3. Pertahankan terapi cairan yang diprogramkan.
4. Catat intake dan output.
5. Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering
6. Anjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak
7. anjurkan untuk makan makanan selingan seperti biskuit, roti dan the (panas) hangat sebelum bagun tidur pada siang hari dan sebelum tidur
8. Catal intake TPN, jika intake oral tidak dapat diberikan dalam periode tertentu.
9. Inspeksi adanya iritasi atau Iesi pada mulut.
10. Kaji kebersihan oral dan personal hygiene serta penggunaan cairan pembersih mulut sesering mungkin.
11. Pantau kadar Hemoglobin dan Hemotokrit
12. Test urine terhadap aseton, albumin dan glukosa.
13. Ukur pembesaran uterus.
Rasional
1. Memelihara keseimbangan cairan elektfolit dan mencegah muntah selanjutnya.
2. Mencegah muntah serta memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit.
3. Koreksi adanya hipovolemia dan keseimbangan elektrolit.
4. Menentukan hidrasi cairan dan pengeluaran melului muntah.
5. Dapat mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh
6. dapat menstimulus mual dan muntah
7. Makanan selingan dapat mengurangi atau menghindari rangsang mual muntah yang berlebih
8. Untuk mempertahankan keseimbangan nutrisi.
9. Untuk mengetahui integritas inukosa mulut.
10. Untuk mempertahankan integritas mukosa mulut.
11. Mengidenfifikasi adanya anemi dan potensial penurunan kapasitas pcmbawa oksigen ibu. Klien dengan kadar Hb < 12 gr/dl atau kadar Ht < 37 % dipertimbangkan anemi pada trimester I.
12. Menetapkan data dasar ; dilakukan secara rutin untuk mendeteksi situasi potensial resiko tinggi seperti ketidakadekuatan asupan karbohidrat, Diabetik kcloasedosis dan Hipertensi karena kehamilan.
13. Malnutrisi ibu berdampak terhadap pertumbuhan janin dan memperberat penurunan komplemen sel otak pada janin, yang mengakibatkan kemunduran pcrkembangan janin dan kcmungkinan-kemungkinan lebih lanjut
2. Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan yang berlebihan
INTERVENSI RASIONAL
1. Tentukan frekuensi atau beratnya mual/muntah.
2. Tinjau ulang riwayat kemungkinah masalah medis lain (misalnya Ulkus peptikum, gastritis.
3. Kaji suhu badan dan turgor kulit, membran mukosa, TD, input/output dan berat jenis urine. Timbang BB klien dan bandingkan dengan standar.
4. Anjurkan peningkatan asupan minuman berkarbonat, makan sesering mungkin dengan jumlah sedikit. Makanan tinggi karbonat seperti : roti kering sebelum bangun dari tidur.
Rasional
1. Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningkatan kadar hormon Korionik gonadotropin (HCG), perubahan metabolisme karbohidrat dan penurunan motilitas gastrik memperberat mual/muntah pada trimester
2. Membantu dalam mengenyampingkan penyebab lain untuk mengatasi masalah khusus dalam mengidentifikasi intervensi.
3. Sebagai indikator dalam membantu mengevaluasi tingkat atau kebutuhan hidrasi.
4. Membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan keasaman lambung.
3. Cemas berhubungan dengan Koping tidak efektif; perubahan psikologi kehamilan
INTERVENSI RASIONAL
1. Kontrol lingkungan klien dan batasi pengunjung
2. Kaji tingkat fungsi psikologis klien
3. Berikan support psikologis
4. Berikan penguatan positif
5. Berikan pelayanan kesehatan yang maksimal
Rasional
1. Untuk mencegah dan mengurangi kecemasan
2. Untuk menjaga intergritas psikologis
3. Untuk menurunkan kecemasan dan membina rasa saling percaya
4. Untuk meringankan pengaruh psikologis akibat kehamilan
5. Penting untuk meningkatkan kesehatan mental klien
4. Activity intolerance berhubungan dengan kelemahan
INTERVENSI RASIONAL
1. Anjurkan klien membatasi aktifitas dengan isrirahat yang cukup.
2. Anjurkan klien untuk menghindari mengangkat berat.
3. Bantu klien beraktifitas secara bertahap.
4. Anjurkan tirah baring yang dimodifikasi sesuai indikasi.
Rasional
1. Menghemat energi dan menghindari pengeluaran tenaga yang terus-menerus untuk meminimalkan kelelahan/kepekaan uterus.
2. Aktifitas yang ditoleransi sebelumnya mungkin tidak dimodifikasi untuk wanita beresiko.
3. Aktifitas bertahap meminimalkan terjadinya trauma seita meringankan dalam Baca entri selengkapnya »
Posted by: wienadya on: Mei 12, 2009
TUGAS
MATA KULIAH
ETIKA PROFESI
PENYIMPANGAN KODE ETIK KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Damarati Azaria, SKM
DISUSUN OLEH:
WIWIN SUHERNIK
07700070 / III B
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
2009
12/06/08 15:41
Batam (ANTARA News) - Secarik kain kasa yang sudah menggumpal segenggaman bayi tertinggal di rahim Puteri Lise Intan selama dua bulan, usai persalinan anak pertamanya di Rumah Sakit Bersalin Nuruddiniya akibat kelalaian dokter.
“Dokternya bilang lupa mengambil kasa, usai melahirkan,” kata Puteri saat melapor kasus malpraktik di Markas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Batam, Kamis.
Selama dua bulan usai melahirkan, Puteri merasakan ada yang mengganjal di rahimnya. Jika jalan ia merasa perih. Vaginanya pun lengket.
Sebenarnya, perasaan tidak nyaman itu sudah dirasa Puteri seminggu usai persalinan, 10 Maret 2008. Ia langsung berkonsultasi dengan dokter yang membantu persalinan, YM.
Namun, kala itu YM mengatakan tidak ada masalah dengan rahim puteri.
“Dokter sempat menggunakan USG, dan dia bilang rahim saya bersih,” kata puteri.
Menurut YM, seperti yang dituturkan Puteri, penggunaan kain kasa pada persalinan normal, seperti kasus Puteri adalah biasa. Kain kasa untuk membantu agar pendarahan tidak terlalu banyak.
Karena tidak puas dengan pemeriksaan YM, dua bulan kemudian Puteri, ditemani suaminya Aris Junaedy berkonsultasi dengan dokter Suyanto di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Di sana, dokter mengeluarkan kain kasa yang sudah menggumpal sebesar genggaman bayi.
Puteri dan suaminya mengaku telah berulangkali mencoba bersepakat dengan YM, namun YM menghindar.
Dibantu Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, Puteri mengadukan kasus yang dialaminya ke Polda Kepri.(*)
COPYRIGHT © 2008
DAFTAR PUSTAKA
http://www.antara.co.id/arc/2008/6/12/kain-kasa-tertinggal-di-rahim-akibat-dokter-lalai
http://healindonesia.wordpress.com/2008/09/10/malpraktek-rs-omni-alam-sutra/
http://healindonesia.wordpress.com/2008/09/10/diduga-malpraktek-rahmawati-meninggal-pascaoperasi/
Posted by: wienadya on: Mei 5, 2009
aku pngeen cerita……. thank”s bnget klo mw bca…
CINTA………APA TU CINTA????????? Banyak orang jatuh cinta tapi tak mengenal apa tu CINTA yang sebenarnya….. aq sekarang mempunyai perasaan lebih ma someone,,aq g tw ni nmamya cinta ato hnya perasaan sayang seperti biasa.. DIA adalah sesosok lelaki yang pnya semangat hidup demi cita-citanya dan keinginannya untuk membahagiakan kluarganya,,DIA adalah sesosok lelaki yang dulu aq benci,,kmu tw alsannya mengapa aq bnci ma dy,,,, DIA tu orangnya cuek banget seperti tidak mau tw siapa tu,,,,,???? apa itu,,,,,,??? tapi setelah aq knal ma DIA, TERNYATA TAK SBURUK YANG AQ KIRA….DIA orangnya baek, penuh semangat tapi ya….kadang2 kalo lgi bad mood ya semangat itu sepertinya musnah, tapi enggak lah,,,,
aq bljar bnyak dari dia…..bnyak bnget! awalnya aq sebel semua itu, tapi akhirnya aq bisa adaptasi ma dia… hari demi hari qt lewati bersama, dia teman aq yang sangat baek bwtQ,,,,DIA selalu memberikan support bwt Q BGTUPUN SEBALIKNYA AQ k DY…..aq tak bisa menyangka klo ternyata aq bisa seperti ini, padahal aq hanya kenal ma dia tu dalam hitungan hari saat aq bersama dia,,,habis itu qt pisah and hnya contact alt komunikasi qt msh bisa sampai sekarang…thank”s bwt alat komunikasi……
Bersambung….
Tunggu selanjutnya ya……
Posted by: wienadya on: April 28, 2009
apakah kamu mengerti siapa orang yang benar2 sayang ma kamu? bukan orang yang sekedar tau tentang apa yang kamu suka dan apa yang kamu benci..tapi orang yang mengerti apa yang terbaek bwt kmu..bukan orang yang sengaja perhatian ma kmu, tapi orang yg slalu mengerti keadaan kmu…bukan orang yang ingin memiliki kmutapi orang yang rela kehilangan kmu demi kbahagiaan kmu…bukan orang yang berani sentuh kmu, tapi orang yang merasa kmu terlalu suci untuk disentuh…bukan orang yang suka dgn keindahan yang ada pada kmu, tapi yang mau mnerima kmu apa adanya…….
disunting By: 085732079608
Komentar Terakhir